Ambilkan bulan bu!
“Ambilkan bulan bu!” pintaku.
“Iya nak. Sekarang juga aku ambilkan”, jawab ibu.
Ibu berusaha mengambil bulan itu. Dengan susah payah tak kenal lelah. Ibu terus berusaha.
![]()
Dari bulan purnama…
![]()
… hingga bulan sabit.
Ibu terus berusaha….
Akhirnya ibu berhasil mengambilkan bulan pada bulan purnama berikutnya.
![]()
Horee!! Akhirnya ibu berhasil! Terima kasih bu! Ibu luar biasa!
![]()
Aku bermain bulan bersama teman-teman.
Ketika remaja…
Aku ingin membawa pulang bulan itu.
![]()
Aku gelundungkan saja… aduh… kok berat banget.
![]()
Eh, coba aku ukur dulu diameternya.
Ketika aku sudah dewasa…
![]()
Aku bisa bersahabat dengan bulan itu.
![]()
![]()
Dia selalu menemaniku bermain dan mengisi hari-hariku.
Foto-foto dari prelovac.com
September 17, 2008 at 4:01 pm
keren dan filosofis banget cak
September 22, 2008 at 6:11 am
maksudnya apaan cak? Lagi males mikir nih…